Rabu, 27 April 2016

My Birthday.



For those of you who have ever showed me your love, taught me what love is, taught me how to love and made my lips and my heart smile for this 28 years, thank you so much and I love you. 
I couldnt give you much in return, all I can do is to wish that you will have all happiness inside you. And for those of you who will make me smile in the future, I love you already.
Thankyou for all birthday wishes. God bless. ðŸŒ»


Love,
Ayunda


Minggu, 21 Februari 2016

What is love

Two person are in love with each other with all their heart. They made each other happy, they made each other sad, they hurted each other, but they were always forgive each other. They are love. They love each other flaws, because yes nobody in this world perfect. Above all, all we need is God's hand writing or destiny, we can't force universe, if someone is belong in our life, it will, no matter how long and how far it takes. Both of them think that they are not meant to be to each other, they think they are meant to be to somebody else.
What kind of love is that? is it true?

What if they're both wrong?

or maybe,

they are right.

only heaven knows.




sound of sand 2015

April 2015 , 17-19. Sound of Sand, gumuk pasir, Yogyakarta.

Dua orang teman bernama Dimas dan Jaka, mereka membuat acara musik di gumuk pasir, Yogyakarta. Dalam acara tersebut kita bisa kemping di kemping ground yang telah disediakan, masak sendiri, atau makan di dapur kolektif. Acara yang sungguh menarik.

Desember, 2014. Waktu itu gw lagi di Jogja buat acara natalan tahunan seperti biasa bersama keluarga. Suatu hari Dimas ngajak gw ketemuan dan liat-liat rumahnya di kasongan, dia pun mengajak gw buat malam natal di stone house, yang merupakan tetangga mereka di kasongan. Stone house itu tempat yang sangat menarik buat gw, tempatnya super comfy dan keren. Banyak bule-bule dharmasiswa (pertukaran pelajar) yang tinggal disana. Malam natal itu, di stone house, kita dinner christmas eve, nyanyi-nyanyi, ngobrol, minum-minuman hore dan kenalan dengan banyak temen baru, most of them bule, dan I was interested with one person, his name is Ciko, karena ketika gw dan teman-teman dateng, I heard him sing Indonesian song, and can speak Indonesia, hmm interesting man I thought, that day. dan he's kind of my type also,haha. GR deh nih orangnya, and now we are became good friends.
Itu merupakan malam natal gw yang paling menyenangkan, ya karena alkohol juga kali ya jadinya ramah kesemua orang dan pede aja ngobrol.

Maret, 2015.
Seorang temen yang gw kenal dari stonehouse, Kelso namanya, beberapa bulan sebelumnya dia ngundang gw buat traveling di Jogja dan sekitarnya. Gw pun tanpa mikir meng iya kan, tetapi bulan februari-maret gw freelance jadi producer buat IFW (indonesia fashion week), kerjaan random yang tiba-tiba ditawarin temen gw namanya Aria, mayan dah. Beberapa hari sbelom Aria nawarin kerjaan, gw random ngomong " ya, cariin gw kerjaan sampingan dong, tapi ga design grafis". Belom juga seminggu doi udah nwarin kerjaan, setelah banyak pertimbangan,akirnya gw okein. Dan itu salah satu pengalaman kerja yang menyenangkan sih, kaya traveling, short of period of time, and so fun. Yaaa walaupun ada part-part ga enaknya tapi gw menikmati itu semua.
Balik lagi ke jalan-jalan disekitar Jogja. Jadi, gw bilang ke Kelso kalau gw akan ke Jogja setelah kerjaan gw beres. He said no problem. Dia pun sempet bilang I had a dream that we were traveling together, and he was so excited waktu nyeritain mimpinya itu. Waktu pun berlalu, dan selesailah sudah kerjaan gw dengan tim IFW. Gw pun mulai menghubungi Kelso kembali, tapiii….. tau-tau ga ada jawaban, gw coba beberapa kali chat gw ga dibales, ga ada kabar, asem.

Gw post satu foto di Instagram, disana Danar tiba-tiba ngajak gw buat ke Kenawa lagi. Ohmy! pengen! tapi gw udah janji sama Kelso, duh gimana dong ye, ga enak kan udah janji, tapi orangnya ga ada kabar juga, hmmm… akirnya gw kasi tenggang waktu buat nunggu kabar Kelso, sampe akhirnya gw udah males, dan gw memutuskan buat OKE gw ke Kenawa.

Pada saat itu, gw denger kabar dari Dimas kalau Ciko, temen yang gw ceritain tadi lagi di Jakarta buat ngurusin Lightingnya konser temen kita yang namanya Brigel. Dia punya band namanya Maladialum, keren-keren lagunya, coba deh denger. Nah gw chat deh sama si Ciko, gw random ngajakin dia ikutan trip Kenawa. Dan dia sangat Interested. Kita janjian brangkat bareng dari Jakarta ke Bali. Itulah kedua kalinya gw ketemu Ciko, di airport. Untuk detail cerita mengenai Super Duper Kenawa experience mungkin akan gw tulis next time, hehe.

Nah after dari trip tersebut, gw dan Ciko balik ke Bali ke tempat tinggal Ciko untuk beberapa hari, setelah itu kita berangkat bareng ke Yogyakarta buat bantu-bantu projeknya Dimas dan kawan-kawan. Di airport, Ciko bantu ibu-ibu yang overweight bagasinya. He wouldn't mind to help tapi harus tau apa isi barang yang dititip, kan takutnya narkoba, eh ternyata SATE BABI, hahaha he laughed. Karena ibu itu udah ditolong Ciko, sebagai gantinya Ibu itu nawarin nganterin kita ke tempat tujuan dari airport.

Tibalah kita dirumah Dimas, kita tinggal disana kira-kira hampir sebulan kayanya. Gw banyak kenal temen baru disana. Temen yang seharusnya kalau gw ikut rainbow gathering di Borneo gw akan kenal mereka, tapi destiny ya destiny, klo emang harus kenal dengan orang itu, pasti akan kenal bagaimana pun caranya, waktunya, tempatnya. Di Sound of Sand Ciko ngebantuin buat bagian lightingnya.

Sound of Sand pun dimulai.
First day,
gw berangkat bareng Ciko naik motor dari tempat Dimas, disana udah mulai ramai, dan we have no idea dimana bakal tidur nanti malem, hahah random ajalah.
Disana ada camping ground, dapur kolektif, kamar mandi, art space, panggung, dll. What a really nice place. Tempatnya enak banget, asli. Well done Dimas dan Jaka.
Disana kita bisa ikut workshop-workshop, berenang dikolam kecil buatan, nonton musik, ketemu temen baru atau temen lama yang randomly ketemu disana, gotong-royong, explore, nyanyi-nyanyi sama orang-orang yang baru dikenal, api unggun, minum-minum lucu, jajan-jajan di market, dan lain-lain. Kalau ga bawa tenda, kita juga bisa tidur di hammock. Disana kita tidak boleh lupa untuk menjaga alam, tidak buang sampah atau puntung rokok sembarangan. Konsepnya sangat nature deh pokoknya.



Hari pertama gw jalan-jalan sama Teo, (Siapa Teo, Teo ada di cerita dengan judul 'Javanese in my blood).  Kita random keluar dari kawasan sound of sand lewat daerah panggung kebelakang. Ceritanya kita mau nyari pantai, karena kita salah jalan, jadi untuk mencapai pantai kita perlu berpuluh-puluh kilometer untuk sampai sana. Kata Teo, I like walking, so I dont mind to go there. Well, okelah jalanlah kita melewati jalanan yang sepi tapi pemandangannya menyenangkan. Ngobrol-ngobrol, cerita-cerita, He is so fun and funny guy, kita jalan terus, ga sampe-sampe, hahhaa. Sampe akhirnya gw nanya orang berapa jauh lagi ke pantai, ternyata masi super jauh. Akirnya kita mengurungkan niat buat kesana, dan kita balik lagi, sebenernya klo ga salah jalan, ke pantai itu super deket, hahaha. Karena jalan yang kita ambil salah, akhirnya harus muter jauh baru sampe pantai. Sore nya kita nonton band, kenalan sama temen-temen baru, disana lokal dan bule ngeblend dan saling bergembira satu sama lain. Malam telah tiba, gw dan ciko, pun beserta Teo bingung mau tidur dimana, none of us bawa tenda. Teo mending masi bawa sleeping bag. gw sama ciko cuma bawa kain, hahaha. Oiya waktu itu ada Jan juga, Jan itu temen kita dari Cheko, dia serumah sama Teo, anaknya menyenangkan dan selalu ceria. Karena dia ga bawa apa-apa, dia memutuskan buat pulang ke kasongan, dan besok balik lagi ke sound of sand. Ada juga yang namanya Verena dari Jerman, awalnya dia temennya Brigel, dia serumah sama gw dan Ciko di tempat tinggal Dimas, dkk di Kasongan.

Sebelom tidur kita rame-rame api unggunan, ngobrol-ngobrol, sampe akirnya satu persatu pergi tidur. We still dont have any Idea where we have to sleep. Yaudah abis api unggun mati, gw, Ciko, Teo, Verena tidur dideket situ. Karena ga kuat sama nyamuk, gw memutuskan buat pindah tidur di dapur, tiba-tiba Ciput (ciput ada di cerita, 'my first journey that change my life') dia nawarin gw tidur di hammock, what areally nice guy. yaudah akirnya gw tidur disana. I'm not really fan buat tidur di hammock sih, rasanya sendirian banget, mending di tenda, tapi klo dihammock tidur bedua mungkin mendingan, haha. Pagi telah tiba, sarapan, hang out, bantu-bantu dikit, jalan-jalan ke pantai, dan lain sebagainya.
Sorenya ada acara color fun, lempar-lemparan bubuk bewarna, menyenangkan banget!! abis mainan warna, foto-foto, trus bersih-bersih mandi, kita nonton band lagi.









Malem hari hujan turun, pas magrib sih baru rintik-rintik, pas malem deres bangettt, ga ada lampu. Gw kebetulan abis makan di kitchen, jadi gw berteduh deh di dapur sampe hujan reda. Ujannya gede banget kaya badai, ngeri banget. Di kitchen orang-orang pada ngelawak, nyanyi-nyanyi, joget-joget. Stelah aga redaan gw pergi ke arah panggung dan mampir di market, I was looking for Ciko. Akirnya ketemu Ciko di dapur, i didn't know why, i was really happy when I saw him at that time, and then we hugged each other. Lalu gw dan Ciko pergi ke daerah panggung, panggungnya sampe miring karena badai. Konser temen kita yang kita tunggu-tunggu yaitu Maladialum, tadinya dipindahkan ke dapur, tapi karena hujan reda dan panggung sudah memungkinkan untuk dipakai lagi, maka kosernya dipindahkan lagi ke panggung, hore!
Malem itu gw agak mabok, hahaha. coba minuman fermentasi buah naga bikinanan mas regol, plus tuak dari Ciko, well it was too much. Stelah nonton temen-temen daze dan maladialum, hujan turun lagiiii, berteduh deh kita semua di back stage, ruangan kecil yang di isi banyak orang. baju gw basah, agak masuk angin, mabok, ga keruan deh pokoknya waktu itu. Finally I was Jackpot, hahaha. Ciko helped to take care of me. Saking ga enaknya badan, gw ketiduran di back stage, dengan badan agak basah karena hujan, huff. Setelah ketiduran entah berapa lama, gw kebangun, nobodies around me, dan acara udah selesai. Gw jalan ke depan panggung, dan I found Ciko there, and I just want to hugged him, haha. Disana tersisa, gw, Ciko, Teo dan Rona. Teo dan Rona cari lapak sendiri buat tidur di pasir, mereka masi mau lanjut ngobrol kayanya. Terus gw dan Ciko bingung mau tidur dimana, karena pasir basah, dimana-mana basah, dan ga mungkin tidur pake kain kalau bawahnya basah. Akhirnya kita memutuskan buat ke saung depan, dimana-mana gelap, udah banyak yang tidur. Daerah kitchen masi agak ramai, gw berhenti sebentar di daerah kitchen buat ambil barang-barang, dan kita jalan ke depan, cukup jauh dan gelap. Akhirnya kita nemu saung gede di depan, dan kita kesana, disana udah banyak yang tidur sekitar 4-5 orang gw lupa, untung masi ada space, jadinya gw dan Ciko tidur disana. pada saat itu, adzan subuh berkumandang, yang artinya itu udah hampir pagi, hahaha nicee.

Bangun-bangun something wrong with my eyes, ternyata mata gw bengkak, huhu. Akhirnya all day gw pake kacamata item buat nutupin bengkak. bengkaknya same beberapa hair kedepan, sampe akirnya setelah seminggu berlalu gw ke rs mata, untung ga kenapa-kenapa, hanya iritasi, mungkin karena tangan kotor, gw pegang-pegang mata. Siang itu kita makan di kitchen, dan ada gig dideket dapur. Acara musik di dapur menurut banyak orang lebih menyenangkan daripada acara di panggung, keakrabannya lebih besar. Orang-orang berjoget, bergandengan tangan, berpelukan, bernyanyi, ada performance juga, foto-foto dan bergembira. nice afternoon. Siang itu temen kita, Bismo, Febrian, Uwik dateng ke sound of sand, tapi sayang banget mereka ketinggalan keseruan, maybe next time guys. Sore hari satu persatu orang mulai berpamitan dan pulang, what a great experience that they had. I've got cool hammock from Ciput, whoa! super seneng. Gw dan teman-temanpun pulang ketika magrib. Back to city back to reality, but we will never forget this great experience. Semoga bisa ikutan lagi Sound of Sand tahun depan.




Jumat, 10 Juli 2015

If you never try you never know

"If you never try you never know".
Have you ever heard about that quotes, I'm sure you have.

Sometimes we are afraid to take a step in front of us, we dont know what will happen, we dont know will it make us happy or not. We are afraid of unclear way, and to leave out comfort life. But well yeah, if we never try we'll never know. 
Sometimes random act and unplanned journey always made me excited, made my heart beat fast, and suprised me, almost all of it. And it was always made me happy, have got good experience and brought me to this point of life. I am grateful and I am happy with my life.

There is always sun and her warm in front of us, if you have faith and believe it.


Based on my decision to move to Sumba.

Minggu, 05 Juli 2015

Javanese in my blood

Siapa yang ga kenal batik, kain khas dari Indonesia yang keren banget. Batik merupakan kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi yang udah jadi bagian dari budaya Indonesia sejak lama, khusunya Jawa. Cara pembuatannya pun ternyata ga gampang. Sebagai orang Indonesia kita harus sangat bangga dan menghargai kebudayaan kita itu.

Ga hanya kita yang bangga dengan batik, orang bule pun sangat tertarik dengan batik.
Salah satunya teman gw, Akvile Sedleviciute, dari Lithuania. Dia ke Yogyakarta buat ikut pertukaran pelajar. Study yang dia ambil yaitu membuat batik. She is nice on it, batik-batik buatannya keren.
Batik yang gw pakai dibawah ini merupakan buatan dia.

April 2015, Kasongan, Yogyakarta, untuk kepentingan acara sound of sand, acara hits buatan Dimas dan kawan-kawan, gw tinggal di rumah Dimas beserta temen-temen yang lain. Suatu siang gw main di rumah tetangga, tempat tinggalnya Jan, Teo dan Akvile. Gw kenal Akvil saat malem natal tahun lalu di stone house, kasongan. Waktu siang itu, abis numpang wifi ditempat mereka, gw mau balik kerumah dimas, tapi tiba-tiba liat Teo lagi foto-foto batiknya si Akvil, yaudah gw samperin, lalu Teo nyuruh gw buat difoto pake batik-batik itu, well why not, and that was so fun. Foto-foto deh kita di halaman belakang tempat tinggal mereka, gaya ini itu, manjat-manjat, main sama cahaya dan daun-daun bambu, dan foto-foto dikandang sapi.

Sebagai cewe yang darahnya campur aduk, jawa, belanda, sunda , padang. Well, yes javanese in my blood, and I'm proud of it. Dan menurut gw batik sangat-sangat cantik jika dipakai perempuan-perempuan indonesia, setuju? ya dong.

Foto-foto dibawah ini, difoto oleh Teodoras Grigaliunas, dari Lithuania, dia ke Indonesia buat traveling, he is so nice and very funny. Dia hobi fotografi juga, thats why kita nyambung kalau ngomong. Kesukaannya yaitu foto hitam putih, well thats cool. "When you photograph people in color, you photograph their clothes. But when you photograph people in Black and White, you photograph their soul." -Ted Grant
Menurut gw he took so many good pictures, you can see some below. Really nice, and I look really pretty, haha :P. Thanks Teo for the pictures.

Sebagai orang Indonesia, kita ga boleh kalah dengan orang bule, masa iya mereka lebih menghargai kebudayaan kita dibanding kita sebagai pemilik kebudayaan itu. We should more proud of it. I love you, Indonesia.



Sabtu, 04 Juli 2015

I love you, Indonesia.

Are you proud to be Indonesian? I do.

Semakin sering traveling di negeri sendiri semakin membuat kita sadar betapa luar biasanya negeri kita ini. Hal itu telah gw alami sendiri, walaupun belum mejelajah semua bagian nusantara, menjelajah beberapa bagian pun sudah membuat gw cinta mati sama negeri Indonesia ini. Ga cuma orang Indonesia aja yang seneng banget dengan negeri ini, beberapa temen gw yang warga negara asing pun seneng banget tinggal disini. Selain kekayaan dan keindahan alamnya, orang-orangnya pun terkenal ramah, dan pola hidup yang ga ribet dan santai membuat beberapa orang bule doyan tinggal di negeri kita ini. Kata temen gw yang bule, orang Indonesia itu kaya hippies, hidupnya santai, bisa makan, duduk, tidur dimanapun. 

Dulu sih punya angan-angan pengen tinggal diluar negeri, enak kayanya teratur, bersih, ada 4 musin, ada salju juga. Eh setelah ngenal yang namanya naik gunung, dan kemping di gunung, duh kayanya ga kuat hidup di udara dingin lama-lama, haha. ya ada plus minusnya sih. Tapi sekarang jadi mikir lagi, Indonesia kayanya udah paling enak, ya kalau tinggal untuk beberapa saat aja diluar negeri masi okelah, tapi kalau untuk tempat tinggal selamanya, udah paling enak Indonesia kayanya. 

Coba liat gunung-gunung, bukit, padang rumput yang hijau-hijau, laut dan langit yang biru, matahari pagi sore yang kuning jingga orange, biota laut yang warna-warni, bintang-bintang dilangit yang gemerlapan, bikin hati damai banget kan, like nothing else matter :D. 

Gw pribadi pernah menanyakan arti hidup gw di dunia ini untuk apa, pernah sekali terpikir jawabannya, buat gw, mungkin arti hidup kita itu buat mensyukuri apa yang sudah Tuhan kasih, menjaganya, hidup penuh cinta dan berbahagia. Katanya kekuatan yang paling besar di semesta ini adalah CINTA, keren ga tuh, ga cuma cinta kepada sesama, tetapi kepada Tuhan dan alam kita juga. Selain cinta, hal lain yang juga sama pentingnya yaitu hidup damai, makanya gw pribadi cukup tertarik dengan, spiritual things. Kedamaian itu berasal dari dalam dan dari luar kita, tapi yang paling utama yaitu dari dalem diri kita, karena jika ga ada kedamaian dari dalam, maka ga ada juga kedamaian dari luar. Kalau hati kita sudah damai, gangguan dari luar pun ga akan mengganggu emosi kita. Dan alam kitapun mendukung kita untuk mengembangkan inner peace kita. "Sit outside in silence, have a conversation with nature and universe, you will understand everything better, and you'll feel grateful". 

Explore Indonesia dari sabang sampe merauke kayanya uda jadi impian banyak orang sekarang ini, termasuk gw. Well semoga aja ada rejekinya. Katanya, "selalu ada jalan buat orang yang suka jalan-jalan."

yuayuyuk kita explore Indonesia.




Waisak 2015

"Two soul can recognize each other. They can grow separately, but will gather together beautifully into eternity in the sky beyond infinity." -Ayunda-



2013,
2 tahun yang lalu sempet ke borodubur, buat ngeliat waisak, tapi pada saat itu chaos banget sih, ramenya bukan main dan orang-orang pada ngga menghargai biksu-biksu disana. Malam hari, tiba-tiba turunlah hujan yang sangat deras, beberapa pengunjung bersikeras tetap di borobudur walaupun hujan mendera, acara sudah tidak nikmat dan hikmat. Dan puncak acara yang ditunggu-tunggu katanya dicancel kareran hujan deras itu. Akhirnya banyak orang yang menyerah, dan pulang dengan kecewa, termasuk gw dan teman-teman. Perjalanan random dari jakarta, berlima sama temen naik mobil. well, akhirnya kita cuma kulineran dan sedikit jalan-jalan di Jogja.

April, 2015
Abis acara kondangan temen, pada kelaperan dan kita makan di wiwit fatmawati, tiba-tiba nguping, ada temen gw namanya Mayora yang mau ke Jogja buat survey thesis beserta kedua temennya, Rendy dan Esam, tanpa mikir, gw ngomong,"lo mau ke Jogja? gw ikut dong!", disitulah kebiasaan gw kambuh, RANDOM act, dan kebetulan tanggal 2 Mei ada waisakan di borobudur, ahey! Tau-tau tanggal 1 Mei, gw dan ke 4 temen yang BARU AJA KENAL jalanlah kita ke Jogja dari stasiun senen malem-malem, sampe di Jogja pagi tanggal 2, langsung deh kita kerumah gw di malioboro jalan kaki dari stasiun.

Di borobudur, kita nungguin dari sore sampe tengah malem buat ngeliat lampion, tahun ini acara lebih terjaga dan teratur, well thats good, ga kebayang deh kalo se chaos dulu. Well, kita tungguin acara puncak dengan sabar, jalan-jalan, makan, santai-santai, foto-foto, liat acara, dll. Akhirnya acara puncak pun dimulai, dimulai dengan kind of meditation atau doa, wow what a peaceful, disanapun sedang bulan purnama, beautiful day. Pada saat prosesi diputerin lagu buddha, Chant of Metta, what a calm and really nice song. Gw pun mencoba ikutan meditasi dari tempat pengunjung, tempat gw dan temen-temen duduk ga terlalu hectic. I've got really peaceful heart that time. Lalu setelah beberapa prosesi, diterbangkanlah ratusan bahkan ribuan lampion. What a beautiful and peaceful experience. happiness inside my heart. 







I added music by mew - comforting sound for this video, I think it is match. so comfy.

"Comforting. it's like having you inside my heart." -Ayunda-