Selasa, 11 Oktober 2016

Kisah Alfredo

Spagetti Alfredo



2 sendok makan olive oil/minyak sayur lainnya
2 dada ayam tanpa tulang dan kulit dipotong dadu
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh lada
2 siung bawang putih cincang
2 cup (1 cup = 237 ml) brokoli
2 cup susu
1 cup keju parut
1/4 parsley dicincang
4 strip bacon digoreng, diremukan
225 g spagetti masak

* Masak bacon, masukan bacon ke wajan sebelum menyalakan api, set api di medium-low, tidak perlu masak dengan minyak, bacon akan mengeluarkan minyak lemak dengan sendirinya, jika mulai melengkung, balik bacon dan masak sisi sebaliknya. Bulak-bali bacon hingga kematangan yang diinginkan, angkat dan taruh di tisu/kertas untuk menhilangkan minyak berlebih yang masih menempel.
(tips: masukan sedikit air ketika awal, hanya untuk menutupi permukaan wajan, ini akan membuat bacon lebih kenyal dan mencegah banyaknya cipratan) Setelah jadi, dipotong kecil-kecil atau diremukan.

* Masak 225g spagetti dengan 2.5 liter air. Pertama rebus dahulu airnya hingga mendidih, setelah itu masukan spagetti yang masih mentah, masukannya denga cara dipisah-pisah agar tidak menempel, setelah itu masukan beberapa sendok olive oil atau minyak sayur lainnya kedalam rebusan agar spagetti tidak lengket. Setelah 1 menit spagetti dimasukan, aduk spagetti, ini juga untuk mencegah spagetti yang menempel. Rebus 8-10 menit. Untuk mengetahui waktu untuk meniriskan spagetti, ambil 1 helai spagetti lalu potong tengahnya, jika masi melihat sedikit warna putih, sudah waktunya spagetti ditiriskan biar tidak kematangan.

* masukan 2 sendok makan olive oil ke wajan, lalu masukan dada ayam yang sudah dipotong dadu, lalu masukan 1/2 sendok teh garam, dan 1/2 sendok teh lada. Lalu masukan 2 siung bawang putih yang sudah cicincang, 2 cup brokoli, 2 cup susu, 1 cup keju parut, 1/4 parsley cincang, bacon yang sudah dihancurkan, tunggu hingga mendidih, lalu masukan spagetti yang sudah matang tadi, aduk sampai rata hingga saus melapisi dan menempel di spagetti.




Bon appetit! :)




Senin, 12 September 2016

JNE PopBox

Buat kalian yang suka traveling/berpergian dan jarang dirumah seperti aku, kamu pasti ga mau kan paket kamu gagal diterima karena tidak ada orang dirumah saat kurir JNE datang. Sekarang ini ada fitur baru nih dari JNE yang memudahkan kita buat menerima paket pesanan kita, Namanya JNE PopBox.


Apa sih JNE PopBox itu? JNE PopBox merupakan layanan baru dari JNE berupa sebuah loker dengan layar sentuh untuk membuka loker, dimana hanya penerima paket yang dapat membuka loker tersebut. Jadi alamat tujuan paket bukanlah rumah kita, melainkan loker tersebut.
Kita tidak perlu khawatir dengan keamanan paket kita, dengan JNE PopBox privasi kita sangat terjaga, karena hanya penerima yang dapat membuka loker tersebut. Sebagai penerima, jika barang pesanan kita sudah di loker, kita akan menerima nomer PIN melalui SMS untuk membuka loker tersebut.




PopBox ada di berbagai tempat strategis di Jakarta, seperti di mall, mini market, stasiun, perkantoran, dan universitas. Untuk mengetahui dimana saja tempat loker PopBox tersedia, kamu bisa cek di http://www.popbox.asia/locations atau hubungi HOTLINE POPBOX 021-29022537 / 021-29022538

Loker JNE mempunyai beberapa size yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kamu,
Ukuran  Panjang  Lebar  Tinggi 
XS  20 cm  24 cm  48 cm 
10 cm  48 cm  48 cm 
20 cm  48 cm  48 cm 
33 cm  48 cm  48 cm 

Batas pengambilan barang ialah 3 hari, jika lewat dari 3 hari maka kita harus mengambil barang di service centre JNE ( JNE S. Parman, Slipi, Jakarta Barat ) .

Bagi pengirim, kita bisa mengirim paket dengan tujuan loker JNE-PopBox melalui 62 titik layanan JNE di seluruh Indonesia yang menyediakan layanan YES (Yakin Esok Sampai) atau di kantor-kantor cabang utama JNE di kota tempat kamu tinggal

Sekarang sedang ada promo bebas ongkos kirim nih untuk pengirimam antar Jakarta, yuk tunggu apa lagi, nikmati kemudahan dari #JNEPOPBOX
Untuk info lebih lanjut kamu bisa klik link gambar dibawah ini,


Selasa, 26 Juli 2016

My entire universe

"I promised to myself, I would make your dream come true, and I did" -Ayunda


I've been glad. One of your dream, to see milky way. I made your dream come true. Finally you've seen it. Finally you've had it. We took a picture of universe's love together, we made it eternal. 
A simple dream from a guy that I loved the most, a simple wish from this city guy. I wish we could enjoy the moment like that as long as we live. How happy I was to make one of your dream came true. If I could make your another dreams come true, I'll be happier. If I could.

You were sleeping besides me, underneath magical galaxy, underneath the same big sky, we were staring at love from universe, its kindness. We saw them smile for us, we saw them dancing for us, we heard their melodies that they play for us, you are my entire universe, we were one, we are universe, itself. With the sound of the ocean, the sound of the wind, and the music made by people, we were enchanted, we were under universe love spell, we were in love. Feels like just the two of us in this endless galaxy, how small we were, how big universe love is, how could you didn't believe with the One who made all of this love, it's simple, don't think about it, just feel it.
Universe watched us, it gave us the most beautiful view, it saw us, it talked to us, it felt us, they know better about us than we know about ourselves. We've talked a lot of things until we've fallen asleep. I wished we slept there until the light and the warm from the sun, touch our skin and fill our heart.
What a wonderful and lovely night. I wish I could feel the moment like that again in the rest of my life, with you. 



P.S. I hope you'll find what you're looking for, and your heart is warm forever. I really hope you're happy, my dear one.

Kamis, 23 Juni 2016

One sweet day, Bromo

"I want you to meet a lot of new people, I want you to see the world, I want you to see my world, I want to share it with you, and I want you to make a lot of unforgettable memories, so I know I have meaning in your life." -Ayunda



Oktober, 2015
Trip kali ini sama anak-anak KajakKijik Kenawa dan teman-teman lainnya dalam rangka wwim (wide world Instameet ke 12). Ceritanya kita dibagi dalam 2 grup, grup anak-anak kajak kijik mau trip pake motor KLX, biar seru aja gitu, kalo naik elf dan jeep kan udah sering dan biasa aja. Jadi kita sok-sok an deh pengan naik KLX ke bromo. 
Kali ini gw ajak Mayora buat ikutan join trip ini, kasian dia jarang jalan-jalan, dan kita pun belom pernah traveling bareng, kecuali pas trip waisak di Joga, yang gw JB ikut trip dia bikin tesis. Awalnya agak susah sih ngajak anak satu ini, maklum dia agak ribet minta ijin sama bonyoknya, dan duidnya lagi tifis karena belom dapet kerja. tapi akirnya dia berhasil minta ijin kok sama bonyoknya.



Hari pertama, 
gw janjian sama Mayo buat naek kereta bareng ke stasiun senen, well ok, kita janjian di tanah abang. Ternyata gw salah ambil rute, seharusnya rute yang gw ambil buat naek commuter line, dari duri lewat angke, tapi gw salah ambil rute, gw ambil rute lewat jatinegara. Kita udah spare beberapa jam sebelumnya sih, tapi namanya commuter line ga bisa di prediksi waktunya. 
Ketemulah gw sama Mayo di tanah abang, dia pun agak sedikit telat sih, tapi yaudahlah ya.. Lalu kita ambil rute ke pasar senen, lewat jati negara, ops… lama juga nih nunggu keretanya, udah gitu kereta ke manggarai berentinya lama banget, oh shit, mulai cemas deh gw.. pas udah sampe stasiun jati negara, kita masi nunggu keretanya cukup lama, mulai deh gw super resah, takut ketinggalan kereta ke Malang. 
Kereta jatinegara ke senenpun tiba, di kereta gw udah mulai ga tenang, udah mulai sensi, mayo pun kena sensi, hahaha..
Pas di Jatinegara, Danar telepon nanya dimana posisi gw, gw bilang di Jatinegara, dia bilang "kalau misalnya kereta Senen ke Malang udah mau jalan, gw tinggal ya yu…". Gw bilang "iya nar,huhu". Masih gusar, dan mikir gimana nih kalo ketinggalan kereta, ga lucu banget, trip yang gw nanti-nantikan, trip sama mayo pula, kapan lagi, masa iya nyusul naek pesawat, yakali.. budget pas-pas an pula. Sesampainya di senen, gw sama Mayo lari-lari, udah kaya di film-film. Kereta 5-10 menit lagi berangkat, oh shit! Nah untungnya peron kita waktu itu di peron 1, yang mana abis ngasi tiket ke petugas, langsung deh peronnya disitu, gimana kalo peronnya yang jauh, yang kita harus naek-turun tangga dulu baru sampe ke peronnya. Thanks God!
Teleponlah gw ke Danar bilang gw uda sampe, Danar ngasi tiket ke kita, dan kita pun masuk, lari-lari. Beberapa anak-anak masih diluar ngerokok, fiuuhh… untunglah.. Ga lama kemudia kereta beragkat, gokil, akirnya we made it! Gw sama Mayo seneng banget, gila nyariss….. hahhaha.. tapi lucu sih, jadi ada ceritanya. Anak-anak semua uda pada ngumpul di kereta, "gila lo yu nyaris…". hahaha aslik!
Pas udah duduk, aus bener deh, ga sempet beli minum, tadinya Mayo mau beli minum di Jatinegara sambil nunggu kereta, pas dia udah di mini market, kereta udah dateng, panik gue, langsung deh gw telepon Mayo nyuruh dia cancel aja beli airnya, kereta udah dateng, dia pun panik dan langsung cancel beli minum terus, langsung lari ke kereta, gila gila..
Nah pas udah dikereta ke Malang, gw sama Mayo cari minum di gerbong restoran, mas-mas yang jualan air bilang, "hampir ketinggalan ya mbak.." hahaha liat aja si mas nya. 
Dimulailah perjalanan kita ke Malang, sekitar 16 jam naik kereta, enjoy aja seru-seruan bareng temen-temen. Ngobrol-ngobrol, foto-foto, becanda-becanda, apalagi as long as bareng Mayo mah gw seneng-seneng aja, haha. Dalam perjalanan, sesekali kita turun, buat cari angin dan beberapa anak ngerokok diluar. Malemnya, ga tahan gw, susah tidur dalem posisi duduk, akirnya, bodo amat deh gw tidur di lantai, mayan bisa selonjoran, dan mayan juga jadi bisa tidur.. di depan gw ada Teddy yang ngemper juga dilantai.


 Photo by : Mayora Rayda

Pagi telah tiba, sampailah kita di kota Malang. Kemana kita? I have no idea, gw sih selalu ngikut aja. Pas sampe kita makan dulu di deket stasiun. Abis itu beberapa dari kita nginep di daerah Batu, dan beberapa dari kita, termasuk gw, nginep di tempat Seno. Charterlah kita satu angkot,  buat ke tempat Seno, sesampainya di kosan Seno, kita istirahat, kurang tidur euy. Malemnya kita makan sop ayam yang enak banget, kesukaannya anak-anak. Abis itu kita pulang ke kosan Seno, di tengah jalan, ketemu anak-anak yang lain, rame, katanya sempet ada pak RT, takut di kasus in, so beberapa dari kita yang "berpasangan" nginep di penginapan, kayanya ga enak kalau ada cw yang nginep di kos-kosan, akirnya beberapa dari kita memutuskan buat tidur di hotel dianter combi kuningnya bismo, besok paginya kita dijemput bismo ke kosan Seno, abis itu baru deh ngurusin nyewa motor KLX, dan membicarakan plan ke Bromo nya.
Pagi-pagi beberapa dari kita harus pergi ke tempat penyewaan KLX, karena gw harus ambil duid sekalian di atm, gw ikut beberapa anak untuk ambil KLX. Sesampainya disana motornya belom siap, jadi kita harus nunggu beberapa saat, dan tiba-tiba ajioo yang ikut menemani kami ambil motor, BM pengen ikutan rombongan KLX, alhasil nambah 1 lagi deh KLX kita, totalnya 5 motor. Kita lama banget nungguin motornya siap, pas motornya siap, ternyata kita harus nungguin Hendra yang nunggu kiriman motornya dari jakarta, dan datengnya telat banget. Pas lagi nunggu motor siap di tempat penyewaan, Mayo telepon bilang ke gw, apa dia ikut rombongan elf aja ya, ya gw sih berharapnya dia naik motor sama kita, tapi klo emang dia mau dan kalau naik elf lebih jelas, yaudah naik elf aja. Tapi akirnya mayo memutuskan nemenin Hendra di suatu restoran, karena dia kasian Hendra nunggu sendirian, jadinya kita samperin deh Hendra dan Mayo di restoran, dan karena motor Hendra belom sampe-sampe juga, akirnya kita sewa KLX 1 lagi, jadinya Hendra boncengan sama Mayo. Berangkatlah kita SORE itu, gokil, baru berangkat sore, haha. Ke bromo itu seharusnya deket, tetapi karena jalan tumpang lagi ditutup, kita harus muter jauh. Nah kita semua nekat lewat jalan yang katanya belom buka sampe subuh, kita pikir coba aja, barangkali bisa, karena lebih deket, daripada kita harus muter jauh, jalanlah kita ke arah bromo, mayan jauh juga sih, sempet nunggu-nungguan ga jelas karena beberapa dari kita salah ambil jalan, pas uda ngumpul semua akirnya jalanlah kita ke atas. Pas uda sampe hari udah gelap, beberapa dari kita makan malem dulu di warung indomie. Eh disana ada teh naga loh, teh yang gw sama anak-anak wacana (anak-anak wacana akan ada di cerita Semeru) nyebutnya sebagai teh nya para pendaki, teh nya enak, wangi gitu.
Nah beberapa anak pada nyoba nyamperin pos untuk nanya apakah kita bisa lewat pasir berbisik buat ke penginapan, mereka melobi-lobi mas-mas penjaganya, dan ternyata memang ga diperbolehkan padahal kita udah nunggu lama loh di tempat makan itu, huff.. alhasil mau gamau kita harus balik turun kebawah terus melewati jalan yang lebih jauh, kira-kira 3-5 jam, wew. Ya mau gimana lagi, rombongan elf udah pada sampe juga. Jalanlah kita kesana tengah malem, naik KLX yang ga ada platnya, rame-rame, ngeri juga sih jalanannya banyak truk-truk gede, hu.. dan terjadilah beberapa drama pertengkaran.. ya namanya juga cape, pasti jadi sensi, beberapa anak sempet adu bacot. Duh kok gini amat dalem hati gw, gw jadi ga enak sama Mayo, udah ngajak dia trip susah, maaf may, tapi ya Mayo harus nyobain sih sekali-sekali yang namanya trip susah, dan ga nyaman, tapi dari situ jadi ada ceritanya.

Setelah berjam-jam perjalanan sampelah kita di penginapan. Dari malang sampe Bromo alhasil makan waktu 9 jam, gokil sob, hahah, gila-gila. Udara begitu dingin, dan gw super cape, penginapannya kacau, dan ga worth it, duh yang ngurusnya gimana dah. Tidurnya tumplek-tumplekan dan beberapa anak ga dapet kamar, YEKALI DAH. Kita kan bayar sama rata, tapi kacau amat tempat nginepnya, mana udah cape banget. Air kamar mandi pun ga jelas, ga ngalir, huff.. Saking cape dan dinginnya, dan kita cuma punya waktu 1-2 jam buat tidur sebelum sunrise, akirnya tidurlah kita.. Gw tidur dikamar sama cw-cw, dan beberapa, kaya Mayo dan Perry tidur di elf, katanya enak anget. Baru juga tidur sebentar, kita udah harus bangun. Kita tidur udah sekalian pake baju buat sunrise, pas bangun, kepala gw super pusing, dan I wasn't feeling really good, pasti karena kecapean, jadi gw minta mas boy, supaya bisa join bareng rombongan jeep. Dan akirnya gw naik Jeep mpet-mpetan dikit, perjalanan ke spot sunrise ternyata ga jauh, TAPI, spotnya CUPU, waduh ini apaan sih, kurang banget spot sunrisenya, eo nya piye toh. But instead of enjoying sunrise, kita lebih seneng karena ngumpul-ngumpulanya. Well, tapi coba aja deh enjoy in sunrisenya. It wasn't that bad.




Setelah dari spot sunsrise, kita turun ke bawah ke padang rumput, gw tetep join sama geng jeep, Mayo dll naik KLX melewati pasir berbisik, trus disana Mayo jatoh dari motor sama Hendra, dan kata dia, dia hampir kelindes jeep, huhu :(, thanks God, He was fine. Tapi kakinya luka, berdarah, sampe kaos kakinya bolong. But he was alright. (I'm sorry Mayo to put you in those kind of situation). Pas sampe di padang rumput, foto-fotolah kita macam bgini bgitu, biasalah, namanya juga anak IG. Trus sempet foto pake drone, skalian buat campaign ( campaign yang kita di php in, haha) salah satu brand provider bawaannya si Keenan. Beberapa anak dari rombongan jeep pada nyobain naik KLX.



Photo by : Mayora Rayda

Photo by : Mas giri Prasetyo

Photo by : Danar Triatmojo

Abis dari padang rumput, kita ke pasir berbisik buat foto-foto lagi. Ya foto-foto aja bebas ala-ala igers. Setelah dari pasir berbisik, rombongan jeep katanya mau ke kawah, tetapi rombongan KLX pada mau balik aja ke penginapan. Mayo karena belom pernah ke kawah bromo, jadinya dia join grup jeep. Ternyata eh ternyata, kita ga naik ke kawah, cuma foto-foto dibawahnya, zzzzz php. Yaudaha deh kita foto-foto aja disana, beberapa orang skalian numpang toilet deket sana.





 Photo by : tino Renato



Abis foto-foto kita balik ke penginapan, istirahat, makan, dan siap-siap buat balik. Tau-tau disana ada bapak-bapak tukang pijet, ngantri deh kita buat pijit, karena bapak itu bisa ngeramal sambil mijit, wew. Pas giliran gw, gw diramal hal-hal baik sih, dan dia menebak beberapa hal dari hidup gw dengan tepat, wow unbelievable. Karena hal ramalan tersebut, makin ngantri deh yang mau pijit, beberapa orang ngasi 10000, ada juga 20000, kayanya ada juga yang ngasi 50000 kalau ga salah, haha.
I just realized, I didn't spend much time with Mayo, maybe because there are too many people there. Lalu abis makan siang, kita bersiap untuk balik. Beberapa naik elf balik ke Surabaya buat naik pesawat balik ke tempat tinggalnya masing-masih, dan beberapa dari kita yang rombongan KLX, bersiap pulang ke Malang, ke kosannya Seno. Geng KLX harus balik lewat pasir berbisik karena jalan ke tumpang masi ditutup. Gokil, ternyata walau pake KLX lewat pasir ternyata susah, sering kepeleset-kepeleset, gw kebanyakan turun dari motor, takut jatoh, karena licin. Ternyata jauh juga ngelewatin pasir berbisiknya, that's why kita ga diperbolehin lewat tadi malem, karena berbahaya juga sih. Setelah melewati pasik berbisik, kita harus melewati tanjakan yang super tinggi, gile, ngeri. Gw beberapa kali harus turun pas tanjakan karena terlalu curam, karena gw turun, Perry jadi lebih mudah buat nanjak pake KLX nya, tapi gw kudu jalan, mana tinggi dan cukup curam tanjakannya. Nah ada kejadian lucu nih, lucu tapi kasian. Gw sama Mayo sebagai orang yang dibonceng beberapa kali harus turun pas tanjakan, pas tanjakan terakhir, gw turun dan jalan kaki ke tempat Perry nungguin gw, nah (hahaha gw ga bisa berenti ketawa ngingetnya), tiba-tiba di satu spot kita nunggu, tiba-tiba Mayo turun dari ojek. LAH??! kok dia naik ojek? ternyata dia diakalin sama tukang ojeknya, katanya "temennya yang satunya (gw maksudnya) naik ojek tuh, karena jauh". Alhasil Mayo ikutan naik ojek, padahal jaraknya ga terlalu jauh, hahaha, kasian dia, mana dia harus bayar mayan mahal dan padahal budget tipis (maaf maaay, tapi itu lucu banget :P). Pas udah sampe pos, kita berenti dulu istirahat, dan nyemil-nyemil dikit sebelom balik ke kosan Seno. Setelah semua siap, kita pun jalan, perjalanan yang super jauh, huuff encok, mana depan gw Perry badannya kan gede, kaki gw kudu ngangkang, pegel! Akirnya hampir magrib kita sampe di kosan. Puji Tuhan, cape bener euuuyyy, istirahatlah kita dan bersih-bersih mandi. Gila instameet paling absurb, cuma sehari di bromo bahkan kurang trus pulang. Kita istirahat di kosan Seno, sembari gw dan Mayo memutuskan mau balik kapan, gw ajak dia buat lanjut ke Bali, tapi dia ga mau karena budgetnya terbatas. Akhirnya kita memutuskan pulang setelah kalo ga salah 2 malam di kosan Seno atau semalam, gw lupa. I'm sorry Mayo if you felt like an alien in the middle of my friends, I hope you weren't. I wished to spend more time with Mayo that time.
Well, I just realized Mayo did so much for me, he was trying to make me happy, following me wherever I go. Thank you, huhu. I'm sorry to him the trip wasn't happened very well, a lot of random and unexpected things happened. tapi positifnya jadi ada ceritanya, it was fun tho. :)
Setelah 2 malem di kosan Seno, gw, Mayo, dan Perry pulang ke Jakarta dari Malang. Beberapa anak masih stay di kosan Seno, dan beberapa lanjut ke Bali. Gw juga diajakin ke Bali sih, tapi I'm not in the mood that time to go to Bali without Mayo. Perjalanan ke bandara Malang, kita dianterin 2 anak Malang, but I forgot their name, sorry. Pulanglah kita ke Jakarta, sesampainya di Jakarta, Mayo dan Perry nugguin gw sampe dapet kendaraan balik, dan mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing.
This trip was lovely tho :)

Once again, a journey is best measure in friends rather than miles.

Rabu, 27 April 2016

My Birthday.



For those of you who have ever showed me your love, taught me what love is, taught me how to love and made my lips and my heart smile for this 28 years, thank you so much and I love you. 
I couldnt give you much in return, all I can do is to wish that you will have all happiness inside you. And for those of you who will make me smile in the future, I love you already.
Thankyou for all birthday wishes. God bless. ðŸŒ»


Love,
Ayunda


Minggu, 21 Februari 2016

What is love

Two person are in love with each other with all their heart. They made each other happy, they made each other sad, they hurted each other, but they were always forgive each other. They are love. They love each other flaws, because yes nobody in this world perfect. Above all, all we need is God's hand writing or destiny, we can't force universe, if someone is belong in our life, it will, no matter how long and how far it takes. Both of them think that they are not meant to be to each other, they think they are meant to be to somebody else.
What kind of love is that? is it true?

What if they're both wrong?

or maybe,

they are right.

only heaven knows.




sound of sand 2015

April 2015 , 17-19. Sound of Sand, gumuk pasir, Yogyakarta.

Dua orang teman bernama Dimas dan Jaka, mereka membuat acara musik di gumuk pasir, Yogyakarta. Dalam acara tersebut kita bisa kemping di kemping ground yang telah disediakan, masak sendiri, atau makan di dapur kolektif. Acara yang sungguh menarik.

Desember, 2014. Waktu itu gw lagi di Jogja buat acara natalan tahunan seperti biasa bersama keluarga. Suatu hari Dimas ngajak gw ketemuan dan liat-liat rumahnya di kasongan, dia pun mengajak gw buat malam natal di stone house, yang merupakan tetangga mereka di kasongan. Stone house itu tempat yang sangat menarik buat gw, tempatnya super comfy dan keren. Banyak bule-bule dharmasiswa (pertukaran pelajar) yang tinggal disana. Malam natal itu, di stone house, kita dinner christmas eve, nyanyi-nyanyi, ngobrol, minum-minuman hore dan kenalan dengan banyak temen baru, most of them bule, dan I was interested with one person, his name is Ciko, karena ketika gw dan teman-teman dateng, I heard him sing Indonesian song, and can speak Indonesia, hmm interesting man I thought, that day. dan he's kind of my type also,haha. GR deh nih orangnya, and now we are became good friends.
Itu merupakan malam natal gw yang paling menyenangkan, ya karena alkohol juga kali ya jadinya ramah kesemua orang dan pede aja ngobrol.

Maret, 2015.
Seorang temen yang gw kenal dari stonehouse, Kelso namanya, beberapa bulan sebelumnya dia ngundang gw buat traveling di Jogja dan sekitarnya. Gw pun tanpa mikir meng iya kan, tetapi bulan februari-maret gw freelance jadi producer buat IFW (indonesia fashion week), kerjaan random yang tiba-tiba ditawarin temen gw namanya Aria, mayan dah. Beberapa hari sbelom Aria nawarin kerjaan, gw random ngomong " ya, cariin gw kerjaan sampingan dong, tapi ga design grafis". Belom juga seminggu doi udah nwarin kerjaan, setelah banyak pertimbangan,akirnya gw okein. Dan itu salah satu pengalaman kerja yang menyenangkan sih, kaya traveling, short of period of time, and so fun. Yaaa walaupun ada part-part ga enaknya tapi gw menikmati itu semua.
Balik lagi ke jalan-jalan disekitar Jogja. Jadi, gw bilang ke Kelso kalau gw akan ke Jogja setelah kerjaan gw beres. He said no problem. Dia pun sempet bilang I had a dream that we were traveling together, and he was so excited waktu nyeritain mimpinya itu. Waktu pun berlalu, dan selesailah sudah kerjaan gw dengan tim IFW. Gw pun mulai menghubungi Kelso kembali, tapiii….. tau-tau ga ada jawaban, gw coba beberapa kali chat gw ga dibales, ga ada kabar, asem.

Gw post satu foto di Instagram, disana Danar tiba-tiba ngajak gw buat ke Kenawa lagi. Ohmy! pengen! tapi gw udah janji sama Kelso, duh gimana dong ye, ga enak kan udah janji, tapi orangnya ga ada kabar juga, hmmm… akirnya gw kasi tenggang waktu buat nunggu kabar Kelso, sampe akhirnya gw udah males, dan gw memutuskan buat OKE gw ke Kenawa.

Pada saat itu, gw denger kabar dari Dimas kalau Ciko, temen yang gw ceritain tadi lagi di Jakarta buat ngurusin Lightingnya konser temen kita yang namanya Brigel. Dia punya band namanya Maladialum, keren-keren lagunya, coba deh denger. Nah gw chat deh sama si Ciko, gw random ngajakin dia ikutan trip Kenawa. Dan dia sangat Interested. Kita janjian brangkat bareng dari Jakarta ke Bali. Itulah kedua kalinya gw ketemu Ciko, di airport. Untuk detail cerita mengenai Super Duper Kenawa experience mungkin akan gw tulis next time, hehe.

Nah after dari trip tersebut, gw dan Ciko balik ke Bali ke tempat tinggal Ciko untuk beberapa hari, setelah itu kita berangkat bareng ke Yogyakarta buat bantu-bantu projeknya Dimas dan kawan-kawan. Di airport, Ciko bantu ibu-ibu yang overweight bagasinya. He wouldn't mind to help tapi harus tau apa isi barang yang dititip, kan takutnya narkoba, eh ternyata SATE BABI, hahaha he laughed. Karena ibu itu udah ditolong Ciko, sebagai gantinya Ibu itu nawarin nganterin kita ke tempat tujuan dari airport.

Tibalah kita dirumah Dimas, kita tinggal disana kira-kira hampir sebulan kayanya. Gw banyak kenal temen baru disana. Temen yang seharusnya kalau gw ikut rainbow gathering di Borneo gw akan kenal mereka, tapi destiny ya destiny, klo emang harus kenal dengan orang itu, pasti akan kenal bagaimana pun caranya, waktunya, tempatnya. Di Sound of Sand Ciko ngebantuin buat bagian lightingnya.

Sound of Sand pun dimulai.
First day,
gw berangkat bareng Ciko naik motor dari tempat Dimas, disana udah mulai ramai, dan we have no idea dimana bakal tidur nanti malem, hahah random ajalah.
Disana ada camping ground, dapur kolektif, kamar mandi, art space, panggung, dll. What a really nice place. Tempatnya enak banget, asli. Well done Dimas dan Jaka.
Disana kita bisa ikut workshop-workshop, berenang dikolam kecil buatan, nonton musik, ketemu temen baru atau temen lama yang randomly ketemu disana, gotong-royong, explore, nyanyi-nyanyi sama orang-orang yang baru dikenal, api unggun, minum-minum lucu, jajan-jajan di market, dan lain-lain. Kalau ga bawa tenda, kita juga bisa tidur di hammock. Disana kita tidak boleh lupa untuk menjaga alam, tidak buang sampah atau puntung rokok sembarangan. Konsepnya sangat nature deh pokoknya.



Hari pertama gw jalan-jalan sama Teo, (Siapa Teo, Teo ada di cerita dengan judul 'Javanese in my blood).  Kita random keluar dari kawasan sound of sand lewat daerah panggung kebelakang. Ceritanya kita mau nyari pantai, karena kita salah jalan, jadi untuk mencapai pantai kita perlu berpuluh-puluh kilometer untuk sampai sana. Kata Teo, I like walking, so I dont mind to go there. Well, okelah jalanlah kita melewati jalanan yang sepi tapi pemandangannya menyenangkan. Ngobrol-ngobrol, cerita-cerita, He is so fun and funny guy, kita jalan terus, ga sampe-sampe, hahhaa. Sampe akhirnya gw nanya orang berapa jauh lagi ke pantai, ternyata masi super jauh. Akirnya kita mengurungkan niat buat kesana, dan kita balik lagi, sebenernya klo ga salah jalan, ke pantai itu super deket, hahaha. Karena jalan yang kita ambil salah, akhirnya harus muter jauh baru sampe pantai. Sore nya kita nonton band, kenalan sama temen-temen baru, disana lokal dan bule ngeblend dan saling bergembira satu sama lain. Malam telah tiba, gw dan ciko, pun beserta Teo bingung mau tidur dimana, none of us bawa tenda. Teo mending masi bawa sleeping bag. gw sama ciko cuma bawa kain, hahaha. Oiya waktu itu ada Jan juga, Jan itu temen kita dari Cheko, dia serumah sama Teo, anaknya menyenangkan dan selalu ceria. Karena dia ga bawa apa-apa, dia memutuskan buat pulang ke kasongan, dan besok balik lagi ke sound of sand. Ada juga yang namanya Verena dari Jerman, awalnya dia temennya Brigel, dia serumah sama gw dan Ciko di tempat tinggal Dimas, dkk di Kasongan.

Sebelom tidur kita rame-rame api unggunan, ngobrol-ngobrol, sampe akirnya satu persatu pergi tidur. We still dont have any Idea where we have to sleep. Yaudah abis api unggun mati, gw, Ciko, Teo, Verena tidur dideket situ. Karena ga kuat sama nyamuk, gw memutuskan buat pindah tidur di dapur, tiba-tiba Ciput (ciput ada di cerita, 'my first journey that change my life') dia nawarin gw tidur di hammock, what areally nice guy. yaudah akirnya gw tidur disana. I'm not really fan buat tidur di hammock sih, rasanya sendirian banget, mending di tenda, tapi klo dihammock tidur bedua mungkin mendingan, haha. Pagi telah tiba, sarapan, hang out, bantu-bantu dikit, jalan-jalan ke pantai, dan lain sebagainya.
Sorenya ada acara color fun, lempar-lemparan bubuk bewarna, menyenangkan banget!! abis mainan warna, foto-foto, trus bersih-bersih mandi, kita nonton band lagi.









Malem hari hujan turun, pas magrib sih baru rintik-rintik, pas malem deres bangettt, ga ada lampu. Gw kebetulan abis makan di kitchen, jadi gw berteduh deh di dapur sampe hujan reda. Ujannya gede banget kaya badai, ngeri banget. Di kitchen orang-orang pada ngelawak, nyanyi-nyanyi, joget-joget. Stelah aga redaan gw pergi ke arah panggung dan mampir di market, I was looking for Ciko. Akirnya ketemu Ciko di dapur, i didn't know why, i was really happy when I saw him at that time, and then we hugged each other. Lalu gw dan Ciko pergi ke daerah panggung, panggungnya sampe miring karena badai. Konser temen kita yang kita tunggu-tunggu yaitu Maladialum, tadinya dipindahkan ke dapur, tapi karena hujan reda dan panggung sudah memungkinkan untuk dipakai lagi, maka kosernya dipindahkan lagi ke panggung, hore!
Malem itu gw agak mabok, hahaha. coba minuman fermentasi buah naga bikinanan mas regol, plus tuak dari Ciko, well it was too much. Stelah nonton temen-temen daze dan maladialum, hujan turun lagiiii, berteduh deh kita semua di back stage, ruangan kecil yang di isi banyak orang. baju gw basah, agak masuk angin, mabok, ga keruan deh pokoknya waktu itu. Finally I was Jackpot, hahaha. Ciko helped to take care of me. Saking ga enaknya badan, gw ketiduran di back stage, dengan badan agak basah karena hujan, huff. Setelah ketiduran entah berapa lama, gw kebangun, nobodies around me, dan acara udah selesai. Gw jalan ke depan panggung, dan I found Ciko there, and I just want to hugged him, haha. Disana tersisa, gw, Ciko, Teo dan Rona. Teo dan Rona cari lapak sendiri buat tidur di pasir, mereka masi mau lanjut ngobrol kayanya. Terus gw dan Ciko bingung mau tidur dimana, karena pasir basah, dimana-mana basah, dan ga mungkin tidur pake kain kalau bawahnya basah. Akhirnya kita memutuskan buat ke saung depan, dimana-mana gelap, udah banyak yang tidur. Daerah kitchen masi agak ramai, gw berhenti sebentar di daerah kitchen buat ambil barang-barang, dan kita jalan ke depan, cukup jauh dan gelap. Akhirnya kita nemu saung gede di depan, dan kita kesana, disana udah banyak yang tidur sekitar 4-5 orang gw lupa, untung masi ada space, jadinya gw dan Ciko tidur disana. pada saat itu, adzan subuh berkumandang, yang artinya itu udah hampir pagi, hahaha nicee.

Bangun-bangun something wrong with my eyes, ternyata mata gw bengkak, huhu. Akhirnya all day gw pake kacamata item buat nutupin bengkak. bengkaknya same beberapa hair kedepan, sampe akirnya setelah seminggu berlalu gw ke rs mata, untung ga kenapa-kenapa, hanya iritasi, mungkin karena tangan kotor, gw pegang-pegang mata. Siang itu kita makan di kitchen, dan ada gig dideket dapur. Acara musik di dapur menurut banyak orang lebih menyenangkan daripada acara di panggung, keakrabannya lebih besar. Orang-orang berjoget, bergandengan tangan, berpelukan, bernyanyi, ada performance juga, foto-foto dan bergembira. nice afternoon. Siang itu temen kita, Bismo, Febrian, Uwik dateng ke sound of sand, tapi sayang banget mereka ketinggalan keseruan, maybe next time guys. Sore hari satu persatu orang mulai berpamitan dan pulang, what a great experience that they had. I've got cool hammock from Ciput, whoa! super seneng. Gw dan teman-temanpun pulang ketika magrib. Back to city back to reality, but we will never forget this great experience. Semoga bisa ikutan lagi Sound of Sand tahun depan.